Bisnis Exim

Layar dibuka. Ruang Tamu Modern…

Mamiek: Sop, sop…
*Sofia muncul,”Sap Sop Sap Sop… Sof!”
Mamiek: Tapi ya memang kamu itu nglapari, kok
Sofia: Nglapari itu apa?
Mamiek: Bikin lapar!

Sofia: Ooo… Kamu menghina saya? Kamu mau bilang aku gendut?! Gemuk?! Iya?!
Mamiek: Lho, kamu itu nggak gendut, Sop
Sofia: Tapi?
Mamiek: Glonggongen!
Sofia: Apa?! Glonggongen?
Mamiek: Orang kalo gemuk itu kan biasanya karena banyak makan. Lah kamu, miskin kok gemuk.. pasti kebanykan minum! Mangkanya glonggongen.

Sofia: Ngomong-ngomong makanan, aku jadi ingat suamiku. Dia pergi meninggalkanku gara-gara masakanku
Mamiek: Cerai gara-gara masakan?!
Sofia: Mati! kok cerai..

*Ada yg lempar sebatang rokok
Mamiek (sambil mengambil rokok itu): Wush! Ma’tratab jantungku. Kaget atas kehadiranmu. Kasihan kamu, jadi rokok aja kok yatim piatu!

*Gludak!*Sebungkus Rokok*
Sofia: Ini namanya adu domba. Orangnya dua, rokoknya cuma sebungkus!

*Gludak! Gludak! Gludak!…
Sofia: Mik, ambil payung eh kantong plastik
Mamiek: Ini penontonnya memang teladan. Ayo, ayo.. lagi!
Sofia: Kalo malu melempar rokok, uang juga tidak dilarang kok
*klinting!
Mamiek: Wah, 500 juta! Lumayan buat kerokan!

Sofia: Mik, saatnya bilang terima kasih. Mm.. bagi yang memberi, semoga mendapat pahala, bagi yang tidak, semoga mendapat siksa..

Mamiek: Doa itu mbok yang baik
Sofia: Lah piye?
Mamiek: Bagi yang memberi semoga dibukakan pintu surga
Sofia: Bagi yang tidak?
Mamiek: Semoga dibukakan pintu kubur!
Sofia: Heyeh! Sami mawon!

Mamiek: Semoga yang kasih rokok dapat pahala sesuai harganya
Sofia: Piye to?
Mamiek: Masa’ harganya 10rb minta pahala 20rb, kita tekor 10rb dong!

*Asmuni muncul lalu duduk

Sofia: Eh, ndoro
Asmuni: Koran mana?
*Mamiek mengambilkan koran lalu menyerahkan ke Asmuni

Asmuni: Kacamataku mana?
*Mamiek mengambil kacamata yg sedang dipakai Asmuni lalu menyerahkan ke Asmuni.

Mamiek: Demi ndoro, apapun akan saya lakukan. Perlu koran, saya ambilkan lalu saya serahkan. Perlu kacamata, saya ambilkan, lalu saya pakaikan.
Asmuni: Lah kalo saya perlu kondom?
Mamiek: Saya ambilkan, lalu saya pakaikan!

Sofia: Ndoro… Saya kok sudah lama gak dinaikin?
Asmuni: Hush! Kamu ngomong apa?!
Sofia: Lho! Maksudnya.. gaji saya. Kok gak dinaik-naikkan..
Asmuni: Eyalaah..

Mamiek: Bapak harusnya memperhatikan kesejahteraan batur
Asmuni: Sebab?
Mamiek: Masa depan bangsa ada di pundak pembantu…

Asmuni: Lho, kalo masa depan bangsa ada di pundak pembantu, berarti…
Mamiek: Apa?
Asmuni: Masa depan bangsa itu serbet?
Mamiek: Bukan begitu..
Asmuni: Maksudmu bagaimana?
Mamiek: Kalo gak ada batur, majikan sibuk bersih-bersih rumah, masak, cuci kakus… Gak sempat cari uang.. Lama2 miskin! Jadi, batur itu penyelamat bangsa. Ada batur, majikan bisa tenang bekerja cari uang. Keluarga sejahtera, bangsa sejahtera..

Sofia: Kamu itu sebenarnya pinter, Miek. Sayang…
Mamiek: Sayang apa?
Sofia: Sayang babu!

Asmuni: Kamu sebagai batur, mestinya juga pinter mengesampingken hal-hak yang tidak perlu..
*Mamiek narik Sofia, ’ditaroh’ di samping panggung.

Sofia: Maksudmu opo to, Miek?
Mamiek: Melaksanakan dawuh juragan. Mengesampingken yang tidak perlu
*plak*Sofia nyeblak serbet*

*Gogon dan Paul muncul

Sofia: Eh, mas Gonggong
Mamiek: Lho, Gogon! kok Gonggong…
Sofia: Oiya, mas Gogon…
Gogon: Guk!

Sofia: Saya pangling sama Mas Gogon, sekarang kelihatan menggagahi..
Mamiek: Kok menggagahi?
Sofia: Semakin gagah itu lho!

Asmuni: Gon, kamu kok tiba-tiba…
Mamiek: Makjegagik
Sofia: Makbedunduk
Asmuni: Mak plung!
Gogon: Mak sudnya? *berdiri kaku,tangan dilipat*

Asmuni: Kok tumben kamu datang ke rumah saya?
Gogon: Saya mau silaturahmi
Asmuni: Silaturohim!
Gogon: Silaturahmi, oum!
Asmuni: Iki cangkemku!

Gogon: Saya bertahun-tahun meronta ke negeri orang
Mamiek: Merantau! Kok meronta… Pergi jauh itu merantau, bukan meronta
Gogon: Beginilah kalo kelamaan di negeri orang. Ada perubahan bahasa, saya gak tahu.

*Mamiek narik Gogon ke pinggir panggung
Mamiek: Sampean tahu ini apa?
Gogon: Serbet
Mamiek: Itu dulu!
Gogon: Sekarang?
Mamiek: Sumpel cangkem!

Gogon: Saya kesini mau mengenalkan teman saya..
Sofia: Oo, siapa namanya?
Paul: Powl
Mamiek: Sopo?
Paul: Powl
Mamiek: Oo, Powl…
Sofia: Lidahnya sambil melet, Miek! Powl *melet*

Gogon: Paul ini dari luar negeri lho!
Asmuni: Oo.. Bisa basa inggris?
Paul: That’s my eat. Itu makanan saya!
Mamiek: How… are you, Powl?
Paul: I am fun!
Mamiek: Oh yes.. yes…

Gogon: Paul ini 10 th di luar negeri
Mamiek: O, kerja?
Gogon: Nggak. Di penjara, ketangkep jual tusuk gigi bekas!

Mamiek: Saya juga pernah di luar negeri
Paul: O, dimana?
Mamiek: Holand
Paul: Oo.. Eropa?
MamiekL Bukan. Cileduk
Paul: Holand kok Cileduk?
Mamiek: Holand bakery kok!

Asmuni: Sof, buatin minum lho!
Sofia: Mas Paul mau nenggak apa?
Asmuni: Lho! Yg Souwpan! Kok nenggak… nyucup gitu lho!

Mamiek: Mas Powl ini kan baru datang dari luar negeri, pasti maunya minuman modern. …mau jus, wine, bir…?
Paul: Air tajin ada?
Mamiek: Heyeh!

Sofia: Mas Paul ini wajah bule, gaya masa kini…
Mamiek: Tapi?
Sofia: Selera….? masya Allaaaaah…

Gogon: Jadi begini, Pak lik… Paul ini ingin kenal dengan Paklik
Asmuni: Asbabnya?
Gogon: Apa itu asbabnya?
Asmuni: Sebabnya…

Gogon: Intinya begini, Paklik… Saya dan Paul ini kan rekan bis
Asmuni: Oo, sesama supir?
Gogon: Lho, bukan… Maksud saya rekan bisnis!

Paul: Ya, kami bisnis exim
Mamiek: Wah! Apa bagus itu?
Paul: Sangat menguntungkan
Mamiek: Saya boleh ikut? Kebetulan saya punya exim 5 di kaki saya…

Gogon: Pak, saya boleh pinjem babunya?
Asmuni: Buat apa?
Gogon: Buat ta’sop!
Mamiek: Klo di sop saya gak mau. Klo dijadiin steak saya mau..

Paul: Ini maksudnya begini… Saya dan Gogon punya bisnis exim..
Gogon: Ya, expor imron
Paul: Lho, export import! Kok imron…

Asmuni: Apa yang di ekspor?
Gogon: Serbet sa’operatornya
Asmuni: Maksudmu?
Gogon: Babu!
Asmuni: Lah yg diimpor?
Gogon: Derita!
Asmuni: Expor babu kok impor derita?
Gogon: Lho kami ini kan penyalur TKI. Tenaga Kerja Ilegal!

*Sofia muncul
Sofia: Monggo diminum… Gak usah kawatir, tehnya sudah saya kasih racun kok!

*Tesy muncul pencila’an
Gogon: Miek, ada kamar kosong nggak?
Mamiek: Mau apa?
Gogon: Menyembunyikan muka saya!

Tesy: Oo, iki arek’e! *nunjuk2 Gogon
Asmuni: Ada apa ini?
Tesy: Mahluk ini menipu saya. *nunjuk ke arah Gogon, tapi Gogon sudah bergeser.

Tesy: Lho, endi mau bedese? Oo, iki!  Kamu jangan menghindar dariku!
Gogon: Aku gak menghindar, cuma berusaha lari dari kejelekan.

Tesy: Ini begini, Pak. Saya dulu ditawari kerja sama Gogon sebagai pembantu di luar negeri, ternyata saya ditelan
Asmuni: Lho! Ditelan?
Tesy: Tarkan.

Tesy: Aku iki lho sampe jual diri biar bisa pulang
Mamiek: Apa ada yang mau?
Tesy: Orang sana banyak yang mampu, Miek.
Mamiek: Yang mau?!
Tesy: Gak ada!

Tesy: Lah, untunge onok lomba. Saya ikut & menang. Hadiahnya ta’pake beli tiket
Mamiek: Hebat! lomba apa?
Tesy: Lomba orang jelek!

Asmuni: Sudah, saya sudah mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Menurut saya, Gogon dan Paul ini layak dibui karena bisnis TKI ilegal kalian itu seperti penyakit eksim. Nggateli dan ngisin-ngisini!

Layar ditutup. [Musik] Whisky & Soda.
[Pemain] Mamiek Prakoso, Sofia, Asmuni, Gogon, Paul, Tesy.
SEKIAN, WASSALAM & NAMUN.


« (Previous Post)


2 Commentsto Bisnis Exim

  1. arigendon says:

    hahahaha lucu pakde… ampe sakit otot perut ketawanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2013 SRIMULATISM | Design Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress