Majikanku Ternyata Drakula

Ny. Allucard (Paimo) Sumber Foto: Anwari, Indonesia Tertawa, LP3ES, 1999

Layar dibuka.
Lampu remang-remang. Ada satu lampu yang nyala-hidup-nyala-hidup.. Eh, hidup-mati-hidup-mati maksudnya.

Sesosok wanita bergaun panjang putih, berdiri tegak di panggung. Tak bergerak tak bersuara. Wajahnya juga tak jelas menghadap kemana.

Sayup-sayup terdengar musik mengalun. Wanita itu mengayunkan langkah sampai ke bibir panggung, dan mulai bernyanyi ‘Di Bawah Sinar Bulan Purnama’

Suaranya merdu. Tapi ada yang aneh, suara wanita itu lebih rendah 1/2 nada dari musik pengiring. Merdu tapi keliru…

Begitu memasuki refrain lagu, wanita itu membuka mulutnya lebar-lebar. Bulan mendadak bersinar hingga tampaklah taring Ny. Allucard!

Di panggung, asap putih mengepul diiringi suara gemuruh. Penonton gaduh. Anak-anak kecil menjerit, berlarian sembunyi di kolong-kolong kursi.

Panggung benar-benar gelap. Sayup-sayup terdengar lagu ‘Yen Ing Tawang Ono Lintang’ diiringi lampu yang 1 per 1 mulai menyala. Drakula itu sudah tak ada di panggung. Kini yg tampak hanya ruang tamu.

 

Gepeng muncul.

Gepeng: Hehe, ini malem Jumat ya? Waktunya ngasah keris. Sayang istri saya nggak disini. Biasanya saya ngasah keris sama istri saya. Saya sebenarnya juga heran, kok ya ada yang mau sama saya. Lah ya apa, wajah saya ini kan pas-pasan. Pas kebagian yang jelek.

Gepeng: Istri saya itu kalau mau asyik-asyikan sama saya selalu bilang, ‘mas, lampunya di-kelamin saja ya!’ Lho maksudnya apa? ‘Anu, digelapin,’ katanya. Jadi begitu, kalau sedang berduaan, istri saya memang suka di-kelamin… lampunya. Digelapin, maksud saya!

Gepeng: Hiii, saya kalau malem Jumat suka merinding. Mungkin nganu ya kalau malem jumat banyak hantu yang tamasya. Hiii…!!

*Gludak!* Gepeng njerit, lari ketakutan, sembunyi di belakang sofa. Pelan2 kepalanya nongol lagi.

Gepeng: Eyalaah, ternyata hantu rokok. *sambil memungut sebungkus rokok yang dilempar penonton*

 

Suara Pintu: Tok Tok Tok!!

Asmuni muncul

Gepeng: Eh, paman..
Asmuni: Parkir diluar aman?
Gepeng: Memangnya paman bawa mobil?
Asmuni: Ndak, aku cuma nanya kok.

Gepeng: Ini kok tumben, paman datang menjungkungi saya
Asmuni: Mengunjungi!
Gepeng: Eh, iya mengunjungi..

Asmuni: Aku diminta istrimu untuk menjemputmu. Sudah 3 malam ini istrimu mimpi aneh
Gepeng: Mimpi apa?
Asmuni: Mimpi kamu pulang tinggal nama.
Gepeng: Apa? Saya pulang tinggal nama?
Asmuni: Iya. Kamunya ndak ikut pulang
Gepeng: Lho lho, kok nama saya tega sih ninggalin saya?!

Asmuni: Istrimu kuwatir kalau-kalau majikanmu itu bukan orang. Maksud saya bukan orang baik
Gepeng: Majikan saya baik, kok. Kemarin malah gaji saya dinaikkan. Yang biasanya diselipin di bawah pintu kamar, sekarang gaji saya ditaroh di loteng!

Gepeng: Tapi bener kok. Gaji saya naik.. Tadinya cuma 500 ribu…
Asmuni: Sekarang jadi berapa?
Gepeng: Setengah juta!

Gepeng: Majikan saya baik, saya betah disini. Setiap hari dikasih makan daging. Seminggu sekali diajak ke dokter, disuntik gemuk.
Asmuni: Justru itu. *mbetulin peci*
Gepeng: Justru itu apa?
Asmuni: Hehehe, ‘justru itu’ kok ditunggu!

Asmuni: Justru itu saya curi..
Gepeng: Curi apa? Paman nyuri apa?
Asmuni: Curiga! Ngomong belum selesai sudah dipotong!

Asmuni: Saya curiga, majikanmu itu sengaja membuat kamu sehat
Gepeng: Maksudnya apa?
Asmuni: Setelah kamu gemuk, kamu dibunuh.
Gepeng: Paman jangan menghebohkan… eksposisi
Asmuni: Eksposisi, apa maksudmu?
Gepeng: Ng.. swa…desi. Eh, swa..situ
Asmuni: Situwasi!
Gepeng: Yak. Situasi.

Asmuni: Apa kamu belum dengar ribut-ribut tentang hantu eropa yang kesasar?
Gepeng: Hantu kesasar kok diributin? Kalo ke pasar, baru pantes diributin.

Asmuni: Apa kamu ndak curiga sama majikanmu yang londo itu?
Gepeng: Curiga bagaimana?
Asmuni: Jangan-jangan majikanmu itu…
Gepeng: Ah, paman jangan suka mencuri!
Asmuni: Lho, mencuri apa?
Gepeng: Mencurigai

Asmuni: Coba kamu pikir, nama majikanmu lak Allucard
Gepeng: Terus?
Asmuni: Kalo dibalik jadinya Draculla
Gepeng: Allucard…Draculla… iya ya..

 

Tiba2 lampu panggung redup, asap putih mengepul seiring dengan munculnya sesosok wanita ber-longdress putih dengan rambut hitam tergerai.

Asmuni: i i i ni siapa?

Ny Allucard hanya mendesis dan memamerkan taringnya. Lalu mendekati Asmuni yg gemetaran..

Asmuni kini dalam pelukan Ny Allucard. Drakula wanita itu siap menggigit leher Asmuni. Tapi tiba2 dia berhenti dan membatalkan niatnya.

Gepeng: Lho, kenapa nggak jadi digigit?
Ny Allucard mendesis sambil menunjuk panu di leher Asmuni

Ny Allucard yang kesal karena aksinya digagalkan panu di leher Asmuni, langsung mengejar Gepeng.

Gepeng: Jangan ndoro, jangan digigit. Saya juga punya panu *sambil nunjukin lehernya yg bertato ‘Ini panu -» ¤’

 

Ny. Allucard marah. Diluar dugaan, dia melompat turun dr panggung menuju kursi penonton. Penonton pun gaduh, anak-anak menjerit ketakutan. Seorang wanita histeris, berlari keluar gedung. Ketika sampai di depan pintu keluar, wanita itu jatuh pingsan.

Setelah kesana kemari gak nemu korban. Makjegagik Ny Allucard berhenti, lalu mundur pelan-pelan menuju panggung dan menghilang.

Rupanya, tadi Ny Allucard ketemu ‘drakula’ lokal yg bikin dia minder karena taringnya lebih canggih dan lebih banyak, yaitu Buto Cakil.

Layar ditutup.
[Musik] Bunga Rampai Dari Bali.
[Pemain] Asmuni, Gepeng, Paimo. Bintang tamu: Cakil
Sekian, Wassalam, dan Akan Tetapi.


« (Previous Post)
(Next Post) »


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2013 SRIMULATISM | Design Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress